Senin, 29 Desember 2014

Tiga Malam di Malaysia

Setelah berwisata di Sumatera Barat dalam rangka Raker, saya dan 2 orang rekan yaitu Eva dan Mery, seperti tahun lalu lanjut jalan-jalan setelah Raker.
Kali ini pilihannya ke Malaysia karena dekat dari Padang. Kota yang kami pilih adalah Kuala Lumpur, Genting dan Malaka.

Menunggu 3 Jam di Bandara Minangkabau
Salah saya juga tidak membuka email, ternyata jam 4 pagi ada email dari Airasia pesawat berubah jadwal dari jam 8.30 menjadi 11.30.
Jadilah kami menunggu 3 jam, sama dengan rekan-rekan kami yang kemarin balik ke Jakarta, nunggu 3 jam juga karena ada 1 acara yang dilewati karena hujan deras...jadi "setia kawan" deh.
Kami di bandara refleksi sambil mikir kemarin teman-teman sebanyak itu nunggu ngapain yah, ini tempat refleksi kapasitas cuma 5 orang.... setelah refleksi kami makan sambil ngobrol, lalu sekitar jam 11 kurang kami didatangi petugas Airasia yang memegang paspor kami (kami sudah masuk imigrasi tapi ijin keluar jadi paspor dipegang petugas), katanya sudah boarding dan penumpang lain sudah masuk. What??? Cepat amat....untung kami tadi tidak jadi keluar bandara.
Pesawat kami take off jam 11 dan baru sebentar mengudara sudah sampai di bandara KLIA2.

Bandara KLIA2
Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di bandara yang baru beroperasi Mei 2014 lalu. Bandara ini adalah pengganti bandara LCCT.
Bandaranya besar, jarak dari gate ke imigrasi jauh bener....ditambah kurangnya pemandangan di area ini membuat perjalanan terasa makin panjang. Setelah melewati bagian imigrasi yang siang itu tidak ramai, barulah tampak banyak toko dan restaurant. Karena waktu kami sempit, kami tidak sempat melihat-lihat, kami langsung mencari halte bus Aerobus di lantai 1 untuk menuju ke Genting dan tiket busnya telah kami beli secara online. 

GENTING HIGHLAND
Setelah perjalanan hampir 2 jam, kami tiba di Genting. Suasananya sedang banyak konstruksi, disini sedang dibangun 20th Fox World yang akan selesai di tahun 2016. Bis aerobus yang biasanya berhenti di belakang First World hotel, sekarang berhenti di suatu area terminal sementara dan kita harus menyambung naik taxi atau shuttle bus.
Kami langsung check in di mesin untuk mengambil kunci kamar. Beruntung kamar triple kami tidak jauh dari lift, saya pernah nginep disini dan dapat kamar diujung.maklum hotel First World ini besar sekali, kamarnya ada 6.118 kamar.
Awalnya kami berencana nonton 4D, dll tapi kenyataannya terjerat shopping...maklum lagi banyak diskon terutama Esprit yang diskon 40%... efek kebanyakan belanja makannya juga lahap...makan malamnya jadi 2 kali he...he...
Kami juga sempat ke Snow City tapi fotonya tidak sebagus saat 2 tahun lalu saya foto disini, mungkin lagi ramai dan mungkin juga muka kami yang beraura shopper... Jadi kami beli sedikit saja fotonya...ini saya foto ulang, burem deh... Foto disini mahal banget, paling efisien ambil CD dari semua foto RM 150, tapi kalau banyak yang kagak bagus rugi juga. Ini fotonya saya foto ulang lalu diedit seolah dalam rumah-rumahan....biar burem fotonya tetep kreatif he...he...

KUALA LUMPUR
Kami yang ngeri naik Skyway karena pertimbangan sedang sering hujan, memilih naik taxi dengan harga RM 180, lebih mahal jika dibandingkan naik Skyway+skybus ke KL Sentral+taxi ke hotel. Tapi enaknya naik taxi praktis dan terutama menghindari saya dari stress naik Skyway yang menurut saya paling berguncang dari seluruh kereta gantung yang pernah saya naiki.
Setelah melewati 1.5 jam perjalanan kami tiba di hotel Furama Bukit Bintang, hotelnya cukup nyaman namun jauh dari statiun metro.
Setelah check in, eva dan mery membelikan 1 kue kecil buat saya yang ultah hari itu. Kue dimakan sepiring bertiga...biar kompak dan biar ngak gemuk...kan kemarin makan malamnya sudah 2 kali belum lagi saat di Padang, kami juga sudah kebanyakan makan...
KLCC
Sebelum ke KLCC kami mampir ke satu shopping mall atas saran dari tukang taxi tapi kurang seru sampai saya lupa apa namanya....
Di KLCC kami makan lalu ngeliat Esprit diskon lagi yang diskon 40% juga seperti di Genting dan belanja lagi, gubrakk..... Baju yang saya beli langsung saya pakai deh untuk 2 hari terakhir...maklum kekurangan rok karena dengkul yang lecet akibat jatuh di Padang belum ok kalau dipakaikan celana jeans yang saya bawa...alasan aja yah...bilang aja mau beli baju baru..he..he.... maka foto saya di dua hari berikutnya pakai baju baru diskonan yang belum dicuci ha...ha...
Sebelum lanjut ke bukit bintang, kami foto-foto di depan KLCC Tower dengan penuh perjuangan yang gagal....hanya mery yang berhasil fotonya.
Bukit Bintang
Disinilah tempatnya mencari pernak pernik souvenir dan beberapa toko baju.
Jalan Alor
Disinilah surganya makanan jalanan di Kuala Lumpur.

MALAKA
Kami ke Malaka dengan men-charter taxi sekalian juga ke I-City di Syah Alam. Dalam perjalanan ke Malaka, tukang taxi mengajak ke toko coklat dan toko tas kulit plus ramuan herbal...dia mengharap komisi dari toko, tapi biarin deh, biar dia senang juga dan ternyata orangnya juga baik dan memberi info tempat wisata yang kami belum tahu...jadi topiknya saling menguntungkan.
Rumah Merah
Disinilah pusat wisata kota Malaka. Disini terdapat gedung balai kota, gereja peninggalan belanda yang dibangun pada abad 17, lengkap dengan kincir angin dan air mancur Ratu Victoria.
Di lokasi ini juga banyak Rickshaw (becak hias) yang tarifnya lumayan mahal tapi ok lah buat mencoba.
Jongker Street
Di jalan ini tampak sekali rumah-rumah warga peranakan dan tidak lupa makan nasi hainam disini. Nasinya dipulung membentuk bola-bola kecil, namun di restaurant tempat kami makan menyajikan nasinya sebagian dibentuk bola dan sebagian lagi tidak dibentuk, sampai saya kira yang dibentuk bola kecil itu bakso ikan he...he...
Ceng Ho Temple
Saya penasaran dengan klenteng ini, ternyata tidak besar dan tidak jauh dari jongker street...salah kagak yah nih tukang becak, soalnya tidak ketemu perigi hang li po-nya. Kami coba jalan-jalan ke area belakang dan ternyata rumah abu...hi...hi...kabur ahh.
Malaka River Cruise
Namanya keren banget cruise...tapi sebenarnya hanya kapal motor yang mengelilingi sungai Malaka yang kanan kirinya terdapat beberapa rumah masa lalu yang dilestarilan. Inilah salah satu hebatnya orang luar negeri menjual tempat wisatanya.

I-City
Setelah perjalanan 2 jam lebih dari Malaka, tibalah kami di I-City, tempat wisata di kota Syah Alam. Jika kita berangkat dari Kuala Lumpur, tempat ini ditempuh selama 45 menit naik mobil. Tempat ini berhiaskan lampu warna warni dalam berbagai bentuk yang sangat cantik, sehingga bagus dikunjungi saat malam.
Disini ada beberapa wahana permainan tapi snow walk saja yang tampak ramai pengunjung. Wahana lainnya adalah trick eye foto, red carpet (seperti madame tussaud) dan water world.
Area ini tampaknya masih belum selesai pembangunannya menjadi kota kecil yang ada perkantoran, apartemen, pusat pembelanjaan dan pusat permainan.
Sebelum balik ke hotel kami makan malam dulu di restaurant yang tidak jauh dari hotel dan keesokan harinya kami charter taxi yang sama untuk keliling Kuala Lumpur sebelum berangkat ke airport. Kamipun pasrah (atau ngak mau pusing) menyerahkan rute dan pilihan tempat ke sang supir taxi.... untung pilihannya ok banget seperti cerita di bawah ini.

KUALA LUMPUR
Royal Museum
Tempat seluas11ha ini pada tahun 1957-2011 digunakan sebagai istana bagi kerajaan Malaysia dan saat ini diperuntukkan sebagai musium yang dapat dikunjungi publik.
Kami sempat melihat ke dalam istana 2 lantai ini, mulai dai ruang tamu kerajaan, ruang tidur, ruang klinik, sampai ruang kerja yang ternyata tidak terlalu besar loh....
Kami juga mengunjungi gedung yang disebelahnya yang merupakan ruang pertemuan besar dan pameran.
Tempat ini sebelum digunakan sebagai istana, awalnya pada tahun 1928 adalah rumah Chan Wing, saudagar China yang konon memiliki 8 istri. Lalu pada penjajahan Jepang tempat ini menjadi markas Jepang. Kemudian sempat tidak lama menjadi pangkalan Air Force Inggris dan juga istana sementara kesultanan Selanggor.
Istana Negara
Istana di jln. Duta ini digunakan sejak 2011 sampai sekarang hanya dapat kita kunjungi diluar pagarnya saja.
Dataran Merdeka
Di area ini saat saya kunjungi di hari Minggu pada awal tahun lalu jalanan di tutup jadi bebas foto ditengah jalan, tapi saat saya datang kali ini, di hari rabu, jalanannya dibuka jadi banyak mobil lalu lalang.
Tempat ini disebut dataran merdeka karena disinilah kemerdekaan Malaysia diproklamirkan pada 31 Agustus 1957.
Di depan dataran ini terdapat gedung Abdul Samad yang cantik, peninggalan dari Inggris dan sekarang digunakan oleh kementerian seni.
Thean Hou Temple
Temple Budha di jalan Syed Putra, didirikan pada tahun 1989. Temple ini lumayan banyak pengunjungnya dan kami tidak masuk kedalamnya dan foto-foto di depan patung yang berada di depan temple ini...ada patung dewa uang, dewi Kuan Im dan patung 12 shio.
Batu Caves
Temple Hindu Tamil ini berdiri sejak tahun 1891 dengan ciri khas patung emas Dewa Murungan setinggi 42m yang berdiri kokoh di depan tebing.
Saat 2 tahun lalu saya ke tempat ini saya menaiki anak tangga sebanyak 272 itu dan melihat gua bagian atas dan bertemu beberapa monyet yang nongkrong di tangga.
Pada kunjungan kali ini saya tidak melakukannya lagi tapi mengunjungi gua yang dibawahnya yang ada kolam ikan (pintu masuk di sebelah kiri dan dikenakan biaya). Di dalam gua ini ada patung tokoh-tokoh hindu yang dihiasi lampu sehingga cantik. Di tempat ini tidak ada monyet-monyet, jadi yang takut monyet bisa ke gua ini saja.
Sebelum pulang kami bertiga membeli syal bermotif khas hindu dan langsung dipakai buat foto deh....
Tak terasa sudah tiba waktunya kami harus meninggalkan Malaysia dan mengakhiri liburan kami....kami bergegas ke airport KLIA dan semoga liburan ini membawa energi positif buat bekerja kembali.

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto

Senin, 22 Desember 2014

Sumatera Barat yang Cantik dan Kaya Legenda

Pada awal Des 2014 lalu, saya dan rekan-rekan sekerja di ACA mendapat kesempatan jalan-jalan ke beberapa tempat di provinsi Sumatera Barat, dimulai dari kota Padang, ibukota provinsi Sumatera Barat dimana kami mengadakan meeting tahunan. Lalu mengunjungi kota Solok dan Batusangkar dalam perjalanan ke Bukit Tinggi. Kami juga mengadakan 2 seremonial pelepasan balon di Danau Kembar dan pelepasan bibit ikan nila di Danau Singkarak.

Kami tiba di Minangkabau Airport pada tanggal 8 Desember 2014, selain disambut oleh tim dari Cabang Padang kami juga disambut oleh pemandangan pegunungan yang menggoda.
Perjalanan kami menuju Grand Inna Hotel melalui jalan Bypass yang awalnya saya kira ini adalah pinggiran kota tapi ternyata sejak peristiwa gempa disini menjadi pusat kota.
Hotel kami menginap di kota lamanya yang saat gempa lalu paling banyak terkena musibah. Hhmmm…, bagaimana kondisinya saat ini?
Ternyata sudah pulih, jika tidak diberitahu, saya tidak merasa di lokasi ini pernah terjadi gempa. Saya sempat makan di Apollo Restaurant yang saat gempa lantai 1 nya masuk ke dalam tanah....sekarang sudah direnovasi total menjadi baru dan yang pasti makanannya lumayan maknyuss.
Tidak jauh dari restaurant ini juga ada 2 kios es duren yang enak. Menu duren ada sepanjang tahun walau sedang tidak musim durian. Dari mana yah durennya? Ternyata duren disimpan selama 1 tahun dalam freezer sehingga pedagang dapat menyajikannya sepanjang tahun.
Makanan Padang tentunya banyak di kota ini tapi namanya bukan RM Padang, melainkan nama biasa saja tapi rasanya jauh lebih enak dari yang ada di Jakarta.
Masih seputar makanan... Kita semua pasti kenal keripik padang. Nah di toko Shierly dan Christine Hakim kita bisa belanja makanan khas Padang untuk oleh-oleh, ada keripik, singkong goreng yang berbentuk kotak kecil-kecil seperti dadu, dendeng, rendang, dan ada juga keripik singkong rasa durian.

Negaraku Indonesia selain kaya pemandangan alam yang indah, aneka ragam makanan yang lezat, juga kaya akan cerita legenda, termasuk di provinsi Sumatera Barat ini.

Siti Nurbaya
Saya dan beberapa rekan sempat bersantai-santai di pinggir jembatan Siti Nurbaya sambil makan pisang bakar yang sayang sekali membakarnya ngak bagus jadi perlu memisahkan pinggiran yang super gosong sebelum dimakan.
Dari atas jembatan ini, kita bisa melihat pemandangan sungai dengan beberapa kapal yang sedang bersandar dan beberapa bocah yang dengan bahagianya berenang di sungai.
Konon di tempat inilah, dahulu Siti Nurbaya menjeburkan diri ke sungai karena tidak mau dipaksa menikah dengan Datuk Maringgih, lelaki kaya namun usianya jauh lebih tua.

Malin Kundang
Kami mencoba pergi ke pantai Air Manis, dimana terdapat batu menyerupai manusia sedang tersungkur yang konon katanya, batu ini adalah si Malin Kundang, anak durhaka yang tidak mau mengakui ibunya setelah dia menjadi kaya. Namun setelah melewati jalan-jalan berliku perjalanan kami terhenti karena jalanan ditutup sedang diaspal. Hu..hu..hu...gagal deh melihat langsung batu Malin Kundang yang katanya sering memberikan penampakan seperti orang yang menangis.

Dari kota Padang kami melanjutkan wisata ke arah kota Bukit Tinggi dan tentunya mampir di beberapa kota dimana terdapat tempat-tempat wisata yang berlegenda

Danau Kembar
Danau yang menyimpan legenda ini terletak di kabupaten Solok. Danau Dieteh (diatas) dan Danau Dibawah adalah sebutan lain dari danau ini. Kedua danau ini hanya berjarak 300m dan keduanya tampak saling berhadapan, satu diatas dan satu letaknya di bawah. Jadi yang diatas namanya Danau Diatas dan yang dibawah namanya Danau Dibawah?
Bukan, tapi sebaliknya yang diatas, namanya Danau Dibawah karena dari sana bisa melihat danau dibawah... Antik yah....tapi begitulah kenyataannya...he...he...
Danau ini katanya sering berubah menjadi warna merah karena darah sang naga yang dilegendakan masih sering mengucur sampai sekarang. Konon, dahulu kala ada seorang niniak (orang tua) yang sakti ditantang bertarung oleh seekor naga. Bagi orang minang yang tidak suka mencari musuh na,un akan melawan jika ditantang, maka naniak pemberani ini melawan sang naga yang menantangnya dan berhasil mengalahkan sang naga sehingga sang naga tersungkur dan tubuhnya melingkar membentuk danau kembar ini dengan salah satu sisi membentuk seperti kepala naga... Namun sayang kami tidak berhasil mengambil foto yang kedua danau ini bersamaan karena kabut menyelimuti Danau Diatas.
Danau yang tidak terlalu luas ini memiliki pemandangan yang cantik ditambah hawa yang sejuk menyegarkan. Kedua danau yang tampak sejajar ini memang kurang lebih sama ketinggiannya dari atas permukaan laut, Danau Diatas 1.600m diatas permukaan laut dan Danau Dibawah berada di 1.566m diatas permukaan laut, namun kedalaman danau jauh berbeda, Danau Diatas cukup dangkal hanya 44m sedangkan Danau Dibawah memiliki kedalaman yang dalam yaitu 886m.
Seremonial
Dilokasi ini, tim ACA juga melakukan pelepasan balon bertuliskan “ACA is The Best”. Balon yang dilepaskan terbang tinggi ke langit mengikuti arah angin menyusuri danau yang indah ini, semoga ACA juga bisa terus maju walau cobaan menerpa.
Danau Singkarak
Danau ini juga berlokasi di kabupaten Solok dan merupakan danau kedua terbesar di Sumatera setelah danau Toba. Danau ini panjangnya mencapai 20km, lebar maksimal 6.5 km dan luas 107.8m2.
Di lokasi danau terdapat perahu motor yang dapat disewa untuk keliling danau dan juga ada beberapa kios makanan ringan.
Danau ini juga memiliki legenda loh... Konon ceritanya dahulu adalah laut namun karena tertimpa batu yang membesar yang diduduki Indra maka laut menjadi danau.
Indra adalah anak pak buyung, dia rajin tapi makannya banyak. Saat paceklik orang tuanya menemukan makanan alternatif yaitu pensi dan karena jumlahnya sedikit maka mereka diam-diam makan sendiri karena takut jika Indra tahu maka makanan tersebut dihabiskan Indra.
Indra saat itu sedang lapar tapi orang tuanya tetap menyembunyikan makanan itu dan bahkan menyuruh Indra membersihkan ijuk sampai bersih jika hendak mendapat makanan. Ijuk tidak berhasil Indra bersihkan dan orang tuanya tetap tidak mau membagi makanannya.
Indra yang curiga dengan gelagat orang tuanya mencoba masuk dari pintu belakang sehingga tidak ada bunyi kokok si Taduang, ayam jantan kesayangan Indra yang selalu berkokok saat Indra masuk rumah.
Karena tidak ada bunyi kokok si Taduang, Pak buyung dan istrinya asik makan tanpa sadar Indra masuk rumah.
Betapa kecewanya Indra yang telah dibohongi orang tuanya. Dia menangis sambil menggendong Taduang dan keluar dari rumah lalu duduk diatas batu sambil mengelus-ngelus si Toduang. Keajaiban terjadi saat Indra memegang kaki si Taduang. Indra ikut terbang dan batu yang didudukinya juga ikut naik keatas.
Di lokasi danau Singkarak, katanya ada bagian batu yang seperti ini tapi sebagian areanya sudah tertutup air danau.
Seremonial
Pada kesempatan ini tim ACA juga melakukan pelepasan bibit ikan nila di danau ini. Pelepasan ikan dilakukan oleh beberapa anggota Direksi ACA dengan harapan semoga kami dapat ikut melestarikan lingkungan di danau ini.
Istano Basa Pagaruyung
Istano Basa (istana besar) Pagaruyung terletak di kota Batusangkar dan merupakan replika dari istana aslinya yang dahulu berada diatas Bukit Batu Patah yang rusak akibat perang.
Istana ini entah mengapa sudah dua kali mengalami kebakaran di tahun 1966 dan 2007, mungkin juga karena terbuat dari kayu sehingga mudah terbakar.
Dahulu istana ini adalah tempat tinggal dan pusat pemerintahan Raja Minangkabau, saat ini tempat ini menjadi obyek wisata dimana kita bisa melihat bagaimana rumah adat Minangkabau dan juga mencoba mengenakan baju adat Minangkabau yang dapat disewa untuk dipakai berfoto dengan harga Rp 35 ribu saja.

Jam Gadang
Jam Gadang (jam besar) adalah ikon kota Bukit Tinggi. Disekitar Jam Gadang kita bisa melihat Istana Bung Hatta (tidak dibuka untuk umum), pemandangan kota bukit tinggi dan pasar atas.
Jam Gadang adalah hadiah dari Ratu Belanda untuk Rook Maker, sekretaris Belanda di Bukit Tinggi. Peletakan batu pertama dilakukan oleh anak Rook Maker yang masih berumur 6 tahun. Jam Gadang selesai dibangun pada tahun 1926 dengan hiasan diatasnya berupa ayam berkokok, bukan atap seperti rumah Minang yang kita lihat saat ini.
Atap Jam Gadang mengalami 3 kali perubahan, awalnya ayam berkokok, lalu saat penjajahan Jepang berbentuk pagoda dan barulah setelah masa kemerdekaan diganti atap seperti rumah Minangkabau.
Jam yang menjulang setinggi 26m ini jika diperhatikan ada yang aneh. Coba perhatikan huruf romawi pada jam ini.... Angka jam 4 tidak ditulis IV tapi IIII. Salah cetak? Tidak mungkinlah..., ini hadiah dari Ratu Belanda, kualitas mesinnya saja katanya sekelas Big Ben di London dan hanya dua jam ini yang mesinnya sama. Apa sengaja diganti karena ada 4 pekerja yang tewas saat membangun menara ini?
Namun ternyata ini bukan suatu kesalahan atau diubah karena mistis...dahulu untuk angka 4 romawi terutama jam dikenal dengan bentuk IIII bukan IV, jadi bukan Jam Gadang saja yang seperti ini, ada banyak jam kuno di dunia yang seperti ini, alasannya mungkin untuk keseimbangan bentuk atau bisa juga untuk memudahkan pembuatannya.

Pasar Atas dan Pasar Bawah
Tidak seperti Danau Diatas dan Danau Dibawah (Danau Kembar) yang istilahnya terbalik dengan letaknya, Pasar Atas letaknya memang diatas dan Pasar Bawah letaknya dibawah Pasar Atas.
Kedua pasar ini dihubungkan oleh 40 anak tangga yang lumayan curam. Pasar Atas menjual baju sedangkan Pasar Bawah menjual sayuran, buah dan daging.

Rumah Kelahiran Bung Hatta
Rumah kayu 2 lantai ini tampak bersahaja dan terletak tidak jauh dari Pasar Dibawah.
Di rumah inilah Bung Hatta dilahirkan dan dibesarkan. Di rumah yang saat ini dijadikan musium terdapat furniture kuno yang digunakan oleh keluarga Bung Hatta. Foto-foto keluarga beliau juga banyak terpampang di rumah ini.

Ngarai Sianok
Dalam perjalanan pulang dari kota Bukit Tinggi ke kota Padang, kami mampir ke Taman Panorama dimana kita dapat melihat salah satu sisi lembah curam yang cantik ini.
Ngarai Sianok memiliki kedalaman lembah 100m dan lembah ini sangat panjang yaitu 15km, lebarnya juga lumayan besar yaitu 200m.
Lembah cantik ini, saat jaman penjajahan Jepang adalah lembah yang memilukan karena disana ada lubang Jepang yang digunakan sebagai tempat pertahanan dan juga tempat penyiksaan penduduk lokal yang melawan. Pintu masuk gua terletak di sisi kiri setelah pintu masuk di Taman Panorama dengan menuruni beberapa anak tangga.

Lembah Anai
Dalam perjalanan kami juga melewati air terjun yang besar di Lembah Anai, namun kami tidak sempat berhenti dan berfoto disana karena hujan deras.
Air terjun setinggi 35 ini dapat kita lihat dari pinggir jalan. Air ini mengalir dari gunung Singgalang ke patahan lembah Anai.
Sebenarnya di area ini ada 3 air terjun tapi 2 air terjun ada di dalam dan tertutup lebatnya hutan. Namun melihat 1 air terjun yang tampak di pinggir jalan saja, saya dan teman-teman sudah merasakan kedahsyatannya apalagi saat itu diiringi hujan yang lebat.

Keindahan alam dan keunikan budaya Sumatera Barat adalah sebagian dari keindahan Indonesia yang patut kita banggakan bersama dan saya berharap tim pariwisata Indonesia dapat mengemasnya menjadi semakin cantik lagi.

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto
 



Jumat, 14 November 2014

England and Scotland Trip


Akhirnya cita-cita melihat negara yang bahasanya dipakai di seluruh dunia tercapai, walau sebenarnya saya jadwalkan tahun depan, bukan sekarang...saya ubah rute, seharusnya ke Jepang tapi karena ada dengar prediksi gempa besar jadilah saya berubah haluan.

Persiapan ke UK jadinya cukup mendadak hanya 2 bulan...yah saya biasanya bisa persiapan 6 bulan dimuka...maklum, pemburu tiket promo.

Proses visa cukup lama hampir 4 minggu karena prosesnya di Bangkok dan katanya sedang ramai.
Lho kok ke Bangkok?
Ya, karena proses visa untuk Indonesia, Laos, Vietnam dan Thai, disatukan di Bangkok...haiya kenapa mereka tidak pilih di negara kita saja yah disatukannya...sedih deh kalah sama Thai he...he...
Kalau mau cepat sebenarnya bisa yaitu 1 minggu tapi membayar tambahan Rp 2.1 juta lagi diluar biaya visanya USD 142 (ini biaya visa dengan masa berlaku 6 bulan, kalau 1 dan 2 tahun ada tapi harganya lebih mahal), selain itu ada syaratnya yaitu dalam 2 tahun terakhir memiliki visa Australia, Schengen atau UK.
Saya sebenarnya masih memiliki visa Australia yang masih berlaku multiple 2 thn an lagi tapi yah itu saya sayang uangnya, jadilah saya pasrah menunggu proses normal.

Walau lama, ada yang saya sukai saat proses visa UK yaitu Vfs yang merupakan kantor perwakilan yang menerima pengurusan visa buka jam 7 pagi jadi saya tidak perlu cuti saat mengajukan visa plus scan dan foto, begitu juga saat mengambil visa. Saya lakukan pagi...sebelum jam 7 pagi saya sudah nongkrong ditengah masih sepinya Mall Kuningan City dimana Vfs berada.

Setelah menunggu hampir 4 minggu, visa saya tertempel di paspor. Yes, dapat multiple.
Lalu saatnya booking tiket pesawat, akhirnya pilihan terbaik dan nyaman adalah kombinansi Jetstar dan SQ.
Tiket fly through SQ dari Jakarta ke London sebenarnya ada tapi yang jamnya ok, mahal banget.
Jadilah saya naik Jetstar dahulu ke Singapore jam setengah sembilan malam dan sampai Singapore hampir jam 12 malam dan pesawat SQ ke London jam 9 pagi.

Saya awalnya ragu, bolehkan SQ early check in termasuk bagasinya, jadinya saya tidak book jauh-jauh hari di Ambassador Transit Hotel yang berlokasi di dalam Changi Airport, setelah area pemeriksaan imigrasi.
Untunglah ternyata SQ bisa early check in 48 jam sebelumnya dan counter hampir buka setiap saat (kalau tidak salah hanya tutup jam 2-4 pagi saja) dan beruntung pula hotel transitnya masih tersisa walau di terminal 1 (bukan di terminal 3 tempat pesawat saya akan boarding) dan harus nunggu 1 jam sebelum bisa masuk kamar.
Saat naik inter terminal train dari Terminal 1 ke 3, saya ketemu pilot dan co pilot, mereka aneh, saat saya naik sudah ada, saat saya turun masih juga kagak bergerak dari kursinya...jadi mereka mau ngapain bolak balik naik kereta inter terminal ini...apa numpang duduk sambil nunggu teman-temannya naik kereta ini...he..he..gelap.

Beruntung sempat istirahat di hotel transit ini, jadi badan seger untuk menempuh perjalanan pesawat selama 14 jam.

Jumat, 31 Oktober 2014
Perjalanan Singapore ke London
Seumur hidup, baru kali ini saya naik SQ. Saya sebelumnya sering kepengin naik SQ kalau lihat pesawat ini sedang parkir di bandara...eh kesampaian juga, naik yang susun dua pula, pesawat yang besar banget, A380.

Saat boarding saya lihat pilot yang masuk ada 3 orang, mungkin karena perjalanan jauh jadi pilotnya 3 sehingga dapat gantian istirahat.
Ke 3 pilot nya badannya langsing cenderung kurus tapi bawanya pesawat segede gaban...dua lantai kapasitas 500 an orang.

Ada pemandangan seru juga lihat petugas yang membersihkan pesawat...banyak bener...ada kali 20 orang yang keroyokan membersihkan pesawat besar ini.

Tibalah di panggil boarding dan saya masih mikir ntar ngapain aja yah selama 14 jam di pesawat?

Ternyata acaranya hanya makan 3 kali, tidur dan nonton...tak terasa ternyata...he..he..he...

Setibanya di Heatrow Airport, saya agak terkejut juga melihat banyak orang India disana, mulai dari pekerja, petugas imigrasi sampai yang berkunjung ke London...saingannya orang China nih dimana-mana ada he...he...

Setelah selesai urusan imigrasi yang antrinya lumayan lama (fyi, seperti di Ausie kalau satu sekeluarga dapat maju berbarengan saat pemeriksaan imigrasi), saya lanjut jalan menuju underground Picaldy Line.
Di station ini saya membeli kartu Olyster dengan harga kartu GBP 5 (dapat refund jika kartu dikembalikan) dan credit GBP 25.
Ada yang unik saat saya membayar di loket penjual kartu ini (mereka juga jual kartu lainnya), saya mengira lubang untuk menaruh uang akan terbuka atau digeser masuk otomatis karena lubangnya sedikit....tapi ternyata hanya ditutup karton plastik biru tebal ha...ha...

Kaget berikutnya saat naik underground, ternyata disini sudah cukup tua baik kereta maupun ekskalator dan lantai station-nya Picaldy Line ini. Mungkin karena underground di London yang pertama di dunia, sudah dari abad 18 dan station ini ramai jadi sulit untuk melakukan renovasi yang menyeluruh.
Bagaimana tube dan station lainnya, apa lebih bagus, kita lihat saja komen saya berikutnya.

Naik tube dari dan ke Heathrow padahal tidak cocok, tapi terpaksa juga soalnya transportasi lainnya mahal. Jadilah saya mengakali naik tube ke King Cross Station dan naik taxilah dari sana karena di King Cross station ada lift dan ekskalator. Kalau station tube yang disamping hotel hanya ada tangga dan harus berganti tube kalau dari bandara Heathrow (kalau baliknya rasanya saya terpaksa bayar mahal saja deh...hu..hu..hu).

Saat naik taxi, saya bingung bagasi dimana, menengok ke belakang kok kagak ada yah...ternyata mereka tidak ada bagasi jadi taruh tas sekalian di ruang penumpang yang luas. Naik taxi ini cukup untuk 4 orang duduk hadap-hadapan tapi tidak akan cukup jika semuanya membawa bagasi besar.

Jika kita mendarat di Heathrow, mungkin memilih hotel sebaiknya di Paddington dimana kereta heathrow express berhenti atau kalau tetap mau naik tube pilih yang ada lift dan ekskalatornya serta jangan yang ganti-ganti tube.
Perlu diperhatikan station tube disini tidak semuanya ada lift dan ekskalator.


Sabtu 1 November 2014
Saya lupa mengecek web tfl.gov.uk untuk info station mana saja yang sedang tidak beroperasi di sabtu dan minggu karena sedang ada maintenance, jadi harus mikir di tempat untuk ubah jalur. Acara ke Tower of London saya ganti dengan ke St Paul tapi karena sudah kesorean saya tidak bisa masuk ke dalam gereja ini kecuali mau ikut acara, jadilah saya cuma melihat bagian luar dan cafe serta toko disana.

Big Ben, Parliament House, London Eye
Big Ben adalah jam gadang-nya London yang terkenal, semua orang yang ke London pasti ingin foto di tempat ini. Big Ben bersebelahan dan sepertinya malah menjadi satu dengan Parlement House. Kalau mau masuk kesana bisa tapi harus book jauh-jauh hari.
Disebrang Big Ben ada London Eye yang dihubungkan dengan jembatan Westminster.

Nonton Changing Guard di Buckingham Palace
Inilah atraksi yang dinanti-nantikan banyak wisatawan...banyak bener yang nonton, sampai polisi berkuda banyak yang berjaga.
Di bulan November sampai akhir winter, acara ini tidak berlangsung tidak tiap hari, hanya di tanggal ganjil atau genap (kali ini di tanggal ganjil), jadi make sure untuk lihat web-nya Buckingham Palace.
Saya datang jam 11 dan acara dimulai jam 11.30, jadilah saya tidak nonton dari depan gerbang istana yang sudah penuh sesak, jadi nonton di seberangnya.
Di lokasi tempat saya berdiri bisa melihat tentara yang masuk dan keluar ke istana saja tapi prosesi penggantian tidak keliatan.
Kalau diperhatikan tentara yang main musik tidak setinggi yang berbaris di belakangnya yang sepertinya itu adalah tentara pengawal ratu.
Selama saya nonton, saya sempat bingung dengan gaya sang komandan yang memimpin pasukan keluar dari istana.... Saat beberapa mereka keluar beberapa meter dari istana pasukan disuruh berhenti... Aihh mau ngapain yah... Kagak tahunya ganti aturan, "sekarang jalan cepat!" begitu perintahnya. Ahhh, kirain mau ngapain he...he... Dan jalannya pasukan beneran cepat banget deh.
Di acara ini selain bisa melihat para tentara pengawal ratu, kita juga bisa melihat kuda-kuda yang gagah...tinggi, bulunya mengkilap...high class banget deh tuh kuda, beda dengan kuda nya delman hi..hi..hi..

King Cross Station
Hari ini saya kesini karena mau menukar tiket Virgin Train ke Edinburg yang sudah saya beli online. Sebenarnya di hari keberangkatan bisa saja menukarnya tapi karena saya kuatir maka saya kesana sekalian mau lihat Platform 9 3/4 nya Harry Porter...itu Platform waktu si Harry berangkat ke Hogwarts, sekolah sihirnya. Tapi sayang lagi penuh antrian foto nya, jadi saya belum foto dulu deh.

Menukar tiket beneran canggih, kita diminta masukkan kartu kredit (kalau kagak bawa tidak mungkin bisa, dan sudah diingatkan dari awal jika tidak bawa artinya membeli ulang) yang dipakai untuk membeli online lalu masukan kode reservasi, maka keluarlah 9 lembar tiket kecil-kecil....banyak amat yah, saya sampai bertanya ke petugas...ya itu tiket utk 2 org PP jd 2 lembar untuk berangkat, 2 lembar untuk pulang, jadi 4 dan karena 2 orang jadi 8, lalu satunya hanya seperti lembaran pemesanan saja.
Lalu kenapa 1 trip ada 2 lembar yah? Kita lihat prakteknya nanti di hari senin yah.

Station ini nampak modern dan merupakan station yang link dengan national rail dan underground, disertai berbagai fasilitas termasuk kamar mandi dan penitipan bagasi.
Untuk menggunakan fasilitas toilet disini dikenakan biaya 30 pence dan jika tidak punya uang kecil dapat menukarkannya di mesin dekat pintu masuk toilet.


St Paul
Ini gereja bener-benar besar, kokoh dan megah.
Aliran gereja ini mirip khatolik tapi mereka bukan anggota khatolik Roma tapi independen sendiri yaitu Church of England dan kepala gereja adalah Ratu.

Belanja Air Mineral di Tesco
Di samping hotel dimana saya menginap, Ibis London City, ada minimarket Tesco, disini bayarnya pakai mesin. Jadi kita scan barcode sendiri, masukkan uang (bank notes maupun koin, bayar dengan credit card juga bisa) ke mesin, kembalian uang akan keluar otomatis dari mesin dan...bungkus juga sendiri.
Air mineral disini tidak mahal yang 1 liter hanya 63 pence atau sekitar Rp 12.000. Jadilah saya membeli air ini walau minum air kran yang dimasak bisa.


Minggu 2 November 2014
Petticoat Lane Market
Pagi-pagi sebelum jam 9 pagi (jam buka) kami mengunjungi market ini. Ini market seperti pasar tumpah di tengah jalan.
Awalnya setahu saya pasar ini di jalan Middlesex Road, eh tapi saat kesini baru belok dari Commercial Street saja sudah banyak pedagang berjejer...mungkin karena hari Minggu.
Penjualnya kebanyakan orang India dan barang yang dijual disini kebanyakan baju, murah tapi sesuai harga lah kualitasnya, seperti baju ada yang cuma GBP 5, jaket umumnya GBP 20, tas wanita juga sekitar GBP 20. Kami memutuskan tidak belanja karena berasa kurang gress aja...untuk tas harga segitu ditambah dikit bisa dapat tas Harrods yang promo.

Hillsong Church
Beruntung sehari sebelumnya saya mengecek jadwal gereja ini karena minggu ini kebaktiannya bukan di Dominion Theatre tapi di Apollo Theatre.
Gereja ini ada beberapa cabang dan yang di tempat ini yang paling banyak kebaktiannya, ada 4 jadwal.
Pengunjungnya banyak dan mukanya banyak yang cerah-cerah, beda kalo di kereta underground dimana banyak yang berwajah lelah.
Point khotbahnya memberi semangat seperti umumnya khobah-khotbahnya gereja saya, "Kita membangun masa depan kita dari sekarang. Maksudnya agar kita tidak boleh mengeluhkan keadaan kita sekarang tapi mulainya membangun yang lebih baik untuk masa depan dimulai dari sekarang...dan tentunya membangun dalam kasih karunia Tuhan."

Greenwich
Disinilah titik nol waktu. Saya tidak sempat menunjungi median lane karena jauh jalannya. Jadilah foto di old naval college yang posisinya kurang lebih segaris dengan median lane.
Saya juga sempat melihat kapal Cutty Shark dan Greenwich Market yang banyak menjual makanan.
Saat baliknya saya salah ambil arah, bukannya balik ke Cutty Shark, stationnya overground tapi ke Greenwich station, jadilah saya baliknya naik kereta national rail ke London Bridge station lalu ganti underground...ini tak masalah hanya beda rute saja. Kereta national rail maupun overground ke arah Greenwich nampak baru, bersih dan modern.

Platform ke Hogwarts
Saat perjalanan balik dari Greenwich kami sempat mampir ke King Cross Station dan akhirnya hari ini berhasil foto di Platform 9 3/4 yang merupakan plaform menuju sekolah sihir Hogwarts dimana Harry Potter belajar sihir.


Senin 3 November 2014
Ini adalah hari perjalanan ke Edinburgh, Scotland dengan naik kereta selama 4 jam an. Pemeriksaan karcis dilakukan petugas saat perjalanan, semua orang tampak menunjukkan kedua lembar print out tiket tapi hanya 1 lembar yang dibolongin (ditandai) oleh petugas.
Selama perjalanan, pemandangan yang saya lihat berubah 180 derajat dari apa yang dilihat di London. Perjalanan melewati Petersburg, York, New Castle yang terkesan sepi. Selama yang dilewati kereta banyak area luas seperti sawah tapi ini bukan sawah yang ditanami padi, sepertinya sayuran dan kentang.
Saya jadi ingat data populasi England yang pernah baca dimana populasi negara ini memang terpusat di London jadi kota lainnya sepi.

Pemandangan dari balik kaca kereta menjelang 30 menit tiba di Edinburg, semakin cantik, ada laut tapi ombak tampak tidak terlalu besar...ya itu memang laut utara tapi karena kota Edinburg letaknya masuk maka ombak pasti terhalang.

Tiba di Edinburgh, yang merupakan ibukota Scotland sejak abad ke 15, saya langsung takjub dengan kota ini. Semua bangunannya unik, bergaya kuno warna coklat dan kokoh dari batu sampai ke jalannya juga....jalanannya banyak yang naik turun seperti bukit dan ada rumah di gang yang letaknya turun ke bawah...sepertinya cocok dijuluki kota batu berbukit...jadi ingat Mr. Flinston.
Royal Mile Street sampai Edinburgh Castle adalah pusat tempat wisatanya.
Apa semua kota begini? Tentu tidak, hanya di area ini saja.

Saya berjalan dari hotel Ibis Royal Mile yang berlokasi di hunter square, Royal Mile ke arah Edinburg Castle, melalui St Giles Catheral, Parliament Square...dan biasa foto terus sepanjang jalan.

Edinburgh Castle  
Castle ini berdiri diatas bukit bekas gunung berapi. Di dalam castle terdapat beberapa bangunan, salah satunya adalah Margaret Capel yang merupakan bangunan tertua di Edinburg yang dibangun di abad 12 pada jam Raja David 1. Tempat ini adalah tempat tinggal anggota kerajaan Scotlandia sampai tahun 1603 (union of crown). 
Jika kita berdiri dimanapun bagian ruangan ini, kita bisa melihat kota Edinburgh, baik sisi kota tua maupun kota modern nya dan bahkan pegunungan.

Camera Obscura
Tempat ini asyik banget buat yang suka foto-foto unik dan ternyata sudah ada sejak 150 tahun yang lalu...buset sudah lama yah.... Saya 2 jam disini tak terasa...dimulai di lantai 6, lantai paling atas, melihat pemandangan kota dari atas dan presentasi selama 15 menit melihat sekeliling kota dengan teropong. Setelah itu kami foto-foto dan foto-foto terus dari lantai 5 sampai lantai 2....ada foto wajah dengan berbagai kondisi, bayi, orang tua, sampai monyet atau juga diubah jadi berbagai bangsa.
Saya paling suka dengan foto berdua dimana satu membesar dan satu mengecil.
Ada lagi cermin yang membuat kaki panjang dan pendek.

Selesai narsis, kami keluar di pintu Camera Obscura disambut hujan gerimis dan udara dingin, namun semangat mencari rok kotak-kotak khas Scotland masih menyala (belanja harus sekarang ini karena besok ikut tur sampai malam dan besoknya lagi balik London.
Di Royal Mile banyak toko-toko souvenir, buka jam 9 pagi sampai 7 malam.

Satu hal lagi, orang-orang Scotland ramah banget, lebih ramah dari yang di London.
Terus ada pemandangan dimana banyak turis China disini (kalau di London ada tapi tidak terlalu banyak) sampai-sampai petugas di Edinburg Castle ada yang bisa bahasa mandarin....ade saya jail, diajak ngomong mandarin deh.


Selasa 4 November 2014
Setelah beberapa hari ketemunya dengan orang dan bangunan, kali ini saya "janjian" dengan Nessy, monster di Loch Ness dengan mengikuti Scotline tour.
Jam 8 pagi kami kumpul di depan kantor Scotline tour yang dekat sekali dengan hotel.
Tour akan melewati area Kilmanong, Glencoe, Fort William, Loch Ness, Inverness dan balik ke Edinburgh melalui jalur lain yang melewati wilayah Bankfroot. Total perjalanan kurang lebih 490 km.

Perjalanan ini adalah ke arah The Highland yang dulunya didirikan dan dikuasai oleh Clan MacDonald.
Apa sih Clan?
Clan itu seperti suku atau kelompok yang pembagiannya berdasar geografis. Daerah The Highland adalah daerah Clan nya MacDonald.
Arti Mac itu seperti bin kalau istilah orang Indonesia, jadi maksudnya anak.

Sejak 1782 sudah tidak ada lagi penggunaan Clan namun kebanggaan budaya sejarah Clan masih nampak.

Kita semua tahu kalau Scottish suka pakai rok kotak-kotak baik cewe maupun cowo...nah ternyata dahulu masing-masing Clan memiliki seragam motif kotak-kotak...hhhmm inilah jawaban saat kemarin ke toko lihat banyak motif kotak yang beda.

Perjalanan ke arah The Highland, dimulai melewati highway (seperti jalan tol tapi tidak bayar dan jalannya benaran lancar), lalu istirahat sebentar di daerah Kilmanog.

Dari Kilmanog ke arah Glen Coe banyak pemandangan bagus tapi sayang hanya bisa foto dari balik kaca bus yang berjalan.
Disini gunungnya besar dan bertebaran dimana-mana, sehingga berasa banget kalau dunia ini masih luas he...he...

Kami juga sempat melewati jembatannya Caledonia Canal yang bisa dibuka kalau ada kapal lewat dan ditutup kembali sehingga dapat dilewati mobil untuk menyeberang.

Canal Caledonia melewati banyak loch (danau air tawar), kata guide kami melewati 29 loch dari arah Fort William di West Coast ke Inverness di East Cost, dan loch yang terbesar adalah Loch Ness yang akan kami kunjungi.

Setibanya di Glen Coe, lembah cantik berbentuk U, kami langsung foto-foto di tengah udara yang lumayan dingin.
Glen Coe terbentuk dari letusan gunung berapi pada masa kuno dan hasilnya lembah yang indah ini.
Lembah Glen Coe yang cantik, juga menyimpan cerita kesedihan berupa pembantaian masal terhadap Clan MacDonald karena dianggap belum setia kepada penguasa baru Scotland, William dan Mary.

Dari Glen Coe, kami diajak ke The Great Glen.

Lanjut, sampailah kami ke Loch Ness. Tour memberi optional untuk beli karcis tambahan Urquhart Castle + Loch Ness Cruise atau tidak. Kami sempat ragu, tapi untung kami ikut.
Urquhart Castle tidak besar, namun karena letaknya di tepi Loch Ness jadi tampak cantik.

Konon katanya Urquart Castle pernah ikut berperan dalam perang kemerdekaan Scotland di abad 13 dan 14.

Loch Ness adalah loch terbesar di dataran tinggi Scotlandia dan konon disini ada monster Nessy, hewan misterius yang masih belum terbukti keberadaanya.

Kami sempat hujan-hujanan di tengah udara sangat dingin di Urquart Castle...untung saat naik kapal hanya gerimis sedikit.
Kapalnya bagus dan kami nekat naik ke geladak kapal walau udara dingin dan gerimis...demi mendapatkan foto yang bagus...tapi si Nessy kagak muncul nih he...he...


Tidak semua peserta tour ikut cruise jadi mereka naik bis ke meeting point berikutnya dimana kapal kami merapat.

Perjalanan pulang melalui daerah lain yang jalannya tidak berkelok-kelok, sepertinya highway.
Kami sampai jam 8.20 malam dan dinginnya ampun...jalan dari Waverly Bridge ke hotel kami di Ibis Royal Miles sebenarnya deket banget tapi karena dingin ditambah kontur menanjak...asli bikin nafas ngos-ngosan.


Rabu 5 November 2014
Pagi-pagi sebelum perjalanan balik dari Edinburgh ke London, kami jalan-jalan ke daerah Princess Street yang merupakan deretan toko modern. Disini juga ada Scott Monument dan disini sedang banyak orang Scott yang pakai bross bunga poppy dalam rangka menyambut Rememberence Day (hari pahlawan)..

Jam 10.30 kereta kami berangkat dan sebelumnya kami membeli burger di Waverly Station untuk dimakan di kereta.

Sepanjang perjalanan kereta kami melihat pemandangan yang cantik, mulai dari laut utara, padang rumput yang di beberapa lokasi ada kawanan binatangnya, lalu pemandangan kota-kota kecil England yaitu New Castle, York dan lainnya.

Tiba di King Cross London station kami langsung naik tube ke hotel dan banyak pemandangan orang menggunakan bunga poppy juga...mereka menggunakannya untuk menyambut Rememberence Day (hari pahlawan) di tanggal 11 November nanti...tapi dari seminggu dimuka sudah banyak yang pakai bros ini termasuk para penyiar televisi.

Setelah check in kami langsung beranjak ke Trafalgar Square.
Kami sempat masuk ke National Galary dimana terdapat lukisan-lukisan besar yang bagus dan foto dengan singa (ada 4 patung singa disini) dan patung admiral Nelson yang gugur saat perang Trafargar melawan Perancis dan Spanyol pada abad 18.

Trafargar Square adalah public area dan sering digunakan untuk demo dan disini ada National Galery yang berisi lukisan-lukisan keren.
Saat saya datang sudah ada beberapa orang menggunakan topeng Guy Fawkes.
Guy Fawkes adalah orang yang berusaha mengembalikan monarki khatolik di England dan dia mencoba membakar parlemen pada 5 November 1605 tapi gagal.
Orang-orang yang menggunakan topeng Guy Fawkes saya pikir mau merayakan Bonfire tapi ternyata mereka mau demo tentang hak asasi manusia...untung kami cepet-cepet kabur karena feeling ade saya takut jadi ribut...eh beneran, dengar di berita sempat ada bentrok dengan petugas.
Million Mask March adalah nama gerakan mereka ini dan ternyata berlangsung di berbagai negara bukan hanya di London...kalau lihat berita, yang disuarakan juga anti korupsi selain yang berhubungan dengan hak asasi manusia.
Di London, tampaknya demo berlangsung di beberapa tempat seperti Buckingham Palace, bukan hanya di Trafargar.

Sebenarnya kalau Bonfire nya sendiri adalah perayaan kemenangan karena Guy Fawkes gagal membakar parlemen, nah kalau pendemo ini pakai topeng Guy Fawkes mungkin artinya yah melambangkan sesama pendemo.

Saat di Trafargar kami seneng lihat kuda hitam yang ditunggangi polisi, khususnya salah satu kuda yang kakinya pengen lari aja menyeberang jalan dan sang polisi berusaha sekuat tenaga menahannya karena masih lampu merah...kocaknya, kuda yang satunya diam aja, nurut banget.

Btw, hari ini saya baru nyobain underground yang District Line yang waktu weekend lalu sedang ada jadwal maintenance. Line ini adalah line yang strategis dan sudah ada dari abad 18. Line hijau ini punya keunikan, karena di satu titik lokasi ke arah barat dibuat bercabang 3, ada yang ke Wimbledon, Richardmond, Earling Broadway dan ada 2 cabang kecil lagi ke Barons Court dan Edgware Road. Semua cabang tersebut terpecahnya di station Earl's Court...saya awalnya sampai bingung kenapa tujuan kereta terakhir beda-beda.
Namun area wisata cukup perhatikan dari station Earl Court sampai Aldgate East.
Lalu yang arah timur, juga ada yang 2 variasi, ada yang stop di Tower Hill dan ada yang lanjut sampai Upminster.


Kamis, 6 November 2014
Hari ini kami ikut one day tour ke Winsor Castle, Stonehenge dan Oxford.
Pick up point dari tour adanya di hotel-hotel bintang 5, jadilah kami harus memilih salah satunya atau ke kantornya Golden Tour. Akhirnya saya memilih ke Double Tree Hilton Victoria...ini hotel keliatan elite dan dekat banget dengan Victoria Station.

Setelah dijemput, kami di drop di kantor Golden Tour dan disuruh baris di belakang papan yang menunjukkan tujuan tour. Hari ini tampak ada 4 pilihan tour yang dimulai di pagi hari.

Berikut catatan perjalanannya...

Windsor Castle
Tempat ini adalah kediaman resmi Ratu Elizabeth II,, beda dengan Buckingham Palace yang merupakan kantornya Ratu.
Windsor Castle bukan milik Ratu, istana yang milik Ratu adalah istana-istana lainnya, katanya ada 10.
Windsor Castle menjadi menarik karena istana tertua di Eropa yang menjadi kediaman resmi Raja dan Ratu dan juga arsitekturnya yang antik dan megah.
Windsor Catle dibangun pada masa William sang penakluk dan menjadi kediaman resmi Raja sejak pemerintahan Raja Hendry yaitu sekitar akhir abad ke 11...jadi istana ini sudah digunakan 10 abad, keren....dan masih bagus loh bangunannya, berarti perawatannya mantap.
Walau tempat ini menjadi kediaman resmi Ratu, tapi beberapa wilayahnya boleh dikunjungi, yaitu State Apartment dimana disana kita bisa melihat ruang kerja, tempat tidur, ruang makan dan juga ruang-ruangan tamu yang luas yang biasanya digunakan keluarga kerajaan menyambut tamu.
Disini kita juga bisa melihat koleksi boneka Ratu Mary...bonekanya besar-besar dan ada juga mainan rumah-rumahan yang lumayan besar.
Saya juga sempat melihat upacara penggantian penjaga sekitar jam 10 pagi di area Lower Ward. Acara dan jumlah penjaganya tidak sebanyak yang di Buchingham Palace, tapi cukup menarik untuk ditonton.

Di dalam area castle juga ada toko souvenir yang menjual buku dan video tentang kerajaan, souvenir-souvenir mulai dari gantungan kunci sampai body lotion.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan, di dalam istana tidak boleh foto. Kamera boleh dibawa di tas tapi jangan sekali-kali mencoba foto di dalam karena katanya bisa di denda dan kamera langsung diambil...foto hasil kerja narsis sebelumnya bakalan musnah.
Jadi foto-fotonya di halaman saja.

Di jalanan di depan istana juga banyak toko-toko souvenir dan juga tempat-tempat makan.

Stonehenge
Jauh-jauh ke Inggris cuma melihat batu? Ya, stonehenge adalah deretan batu tapi ini bukan sembarangan batu.
Batu ini peninggalan prasejarah yang diperkirakan sudah ada sejak 4500 yang lalu ini dibentuk sedemikian rupa sehingga menimbulkan pertanyaan tempat apakah ini? Siapa yang membangunnya dan untuk apa?
Cerita tertua tentang stonehenge ditemukan 900 tahun yang lalu dimana menurur bishop of St Asaph, tempat ini adalah memorial dari para pahlawan Inggris yang gugur di masa penguasaan Roma.
Kemudian pada tahun 1627, Edmund Balton mengungkapkan stonehenge adalah kuburan Boadicea, Ratu Iceni.
Analisa berikutnya pada awal abad 17, pada masa kekuasaan Raja James VI (Raja Inggris dan Skotlandia), beliau meminta Inigo Jones seorang arsitek untuk mempelajari stonehenge dan kesimpulan Jones tempat ini adalah memiliki 4 equilateral triangles dalam 1 lingkaran layaknya Roman Temple.
Penyelidikan berikutnya oleh John Aubrey menggambarkan bentuk stonehenge yang melingkar dikelilingi lagi oleh bentuk lingkaran besar dan kesimpulannya ini adalah druid temple.
Pada masa berikutnya William Stukeley membuat analisa dan gambar stonehenge yang terdiri dari beberapa lingkaran dan dia juga menyimpulkan Druidism adalah agama proto christioan yang masuk ke Inggris setelah pada masa nabi Nuh.

Batu ini dari mana?
Ada analisa batuan ini dari tempat yang jauh seperti salah batunya yang disebut Bluestone yang seberat kurang lebih 2 ton, dianalisa adalah batuan di daerah Wales yang cukup jauh, sekitar 250 km dari lokasi ini..apalagi batu yang besar yang beratnya 20-30 ton, katanya dari selatan Inggris....bagaimana manusia pada zaman itu membawanya yah....

Apa saja yang ditemukan di tempat ini?
Dari hasil galian ditemukan tulang-tulang manusia dan juga benda-benda Romawi.

Jadi kesimpulannya apa?
Kesimpulan terakhir stonehenge ada sejak 2500SM dan merupakan tempat penguburan dan juga diadakan upacara penguburan. Namun sampai sekarang, studi tentang stonehenge masih terus berlanjut.

Saat ini, lokasi stonehenge bagaimana?
Letaknya ditengah-tengah padang rumput yang luas. Jika kita berdiri di rumput, di satu sisi kita melihat stonehenge dan di sisi lainnya jalanan highway yang ckup ramai dilewati kendaraan.
Dari peta juga terlihat tidak jauh dari stonehenge juga ada lokasi bebatuan lainnya.

Dilokasi hanya ada batu stonehenge?
Disini sudah dibangun visitor center yang bukan hanya ada exhibition, juga ada toko, cafe dan tentunya toilet.
Miniatur rumah masa neolithic juga ada di dekat area visitor center.

Oxford
Kota ini sangat identik dengan universitas terbaik di dunia dan juga lulusannya yang keren-keren...banyak yang jadi perdana menteri di berbagai negara dan juga pemenang hadiah nobel.
Awalnya saya mengira kotanya sepi...ternyata cukup "hidup" walau tidak padat.
Suasana aura kotanya mendukung buat belajar...saya rasanya mau kalau disuruh belajar lagi disana he...he...
Oxford University terdiri dari banyak institusi yang tersebar seantero kota, terutama di jalan The High dan Merton Street.
Universitas ini memiliki perpustakaan terbesar di UK, katanya ada 11 juta buku...sayang kami tidak diajak masuk oleh guide...waktunya mepet sih...
Ini juga rasanya overall tidak puas lihat kota Oxfordnya...hanya 2 jam disini...kurang banget deh waktunya he...he...

Disini kami diberi waktu 45 menit untuk acara bebas. Kami memilih ke salah satu toko yang bernama Oxford University Store di High Street (ini toko bukan milik universitas tapi mereka membayar license untuk mamakai nama ini sebagai nama toko maupun label produknya) dan sempat ngobrol dengan pemiliknya....ternyata dia takjub kami dari negara yang enak-enak hangat mau dingin-dinginan datang ke kotanya dan dia lebih takjub lagi kalau saya pergi kerja bisa butuh waktu 1-1.5 jam...mereka sedang ngalami sedikit macet saja sudah galau. Saya cerita tentang Bali dan mereka tampaknya tertarik untuk kapan-kapan kesana.
Di toko ini saya membeli syal yang british style banget ala Harry Potter (mau dipakai besoknya ahhh....).... eittts tapi kok made in china yah.... hhmmm, ya, kata mereka, desain di UK tapi pembuatan di China....barang China memang ada dimana-mana mengalir deras tanpa batas ha...ha...

Jam 6 sore kami balik ke London disambut macet di beberapa tempat...jadi ingat Jakarta, ingat macetnya dan kangen bakso, gado-gado, nasi goreng....

Saya di drop di Victoria Station, langsung hunting makanan untuk dinner...cari yang berbau asia deh...nemu counter Wasabi, langsung kami beli bakmi goreng deh he...he...
Victoria station cukup lengkap walau tidak sebesar dan sebagus King Cross station. Disini juga ada toilet dengan biaya yang sama seperti di King Cross yaitu 30 pence. Namun perlu dicatat disini tidak ada lift dan eskalator untuk menuju underground, hanya ada anak tangga.

Jumat, 7 November 2014
Hari ini hari terakhir untuk keliling London, besok pagi sudah harus berangkat menuju Singapore.
So far perjalanan kami on schedule...apa hari on schedule semua...
Namun jadwal ada yang saya ubah karena lihat berita perkiraan cuaca dimana paginya hujan. Maka jadwal outdoor saya tukar ke siang.

Spitafield Market
Terletak tidak jauh dari hotel Ibis London City dimana kami menginap.
Saat kami datang di jam 9 pagi, para pedagang masih menyiapkan dagangannya dan beberapa ada yang sudah siap, termasuk opa penjual topi yang langsung dihampiri ade saya yang "kolektor" topi. Topi gaya sherlock homes dan topi keras gaya british stlye langsung jadi sasarannya.
Topi yang model sherlock homes juga made in china...sama dengan syal yang saya beli di Oxford yang kata opa penjual topi syalnya british style banget.
Di dekat lapak opa penjual topi ada seorang oma yang kreatif, dia membuat kartu-kartu ultah dan lainnya dari bahan-bahan bekas dan hasilnya bagus banget. Harga kartunya GBP 6 sampai 10.


British Museum
Ini adalah museum terluas yang pernah saya lihat. Koleksinya pun dari periode waktu yang sangat lama. Ada uang abad belasan sebelum masehi...tentunya bentuknya bukan koin apalagi kertas bank notes, melainkan bentuk-bentuk unik dari bahan seperti batu dan ada juga yang dari kerang...saya bingung gimana nyarinya yah.
Koleksi patung-patung Egypt ada disini, termasuk mummy tapi saya tidak masuk ke mummy exhibition yang ada karcis masuk (bayar) karena sudah pernah melihatnya di Art Science Museum yang waktu itu juga kerjasama dengan British Museum.
Di museum ini juga ada kafe yang menjual sandwich, aneka roti dan minuman. Namum saya memilih makan diluar museum. Di sepanjang jalan seberang museum banyak tempat makan dan toko souvenir.


Tower of London
Hari ini dan tampaknya beberapa minggu ini, disini penuh pengunjung. Bukan hanya turis tapi juga Londoners karena disana sedang dipasang ribuan bunga poppy yang terbuat dari keramik dalam rangka Rememberence Day, hari pahlawan.
Bunga ini dipasang pada 5 Agustus-11 November 2014 dan Ratu serta keluarga kerajaan juga sudah mengunjungi tempat ini.
Jadi saya puas banget melihat bunga poppy ini, bukan hanya melihat bros bunga poppy yang sudah dipakai banyak orang di UK tapi juga ribuan bunga poppy keramik disini.
Di UK hari pahlawannya meriah dan tampak para pahlawan sangat dihargai walau dengan bentuk yang simple tapi ini tentunya menghibur dan membesarkan hati setiap keluarga dari pahlawan yang gugur.
Tower of London memang tempat yang cocok untuk dijadikan pusat peringatan ini karena sejarahnya.
Tower ini dibangun pertama kali tahun 1078 dan mengalami penambahan dan renovasi. Penggunaannya juga bervariasi, mulai menjadi tempat penyimpanan senjata, menjadi lokasi Royal Mint, tempat penyimpanan Crown Jewels sampai sempat menjadi penjara termasuk menjadi tempat eksekusi hukuman mati beberapa orang. Ratu Elizabeth I yang dijuluki virgin queen (karena beliau tidak menikah), sebelum diangkat menjadi ratu juga sempat dipenjara di tempat ini selama setahun pada masa pemerintahan Ratu Mary, karena dicurigai mendukung pemberontak Protestan.

Tower Bridge
Jembatan gantung yang membentang diatas sungai Thames sejak 1894 sepanjang 244 meter dan lebar 61 meter ini terletak dekat dengan Tower of London. Saya tidak naik ke jembatan ini dan melihat pamerannya tapi hanya foto dari samping Tower of London dimana pemandangan jembatan ini jelas terlihat.
Jembatan ini bisa dibuka tutup seperti konsep jembatan kanal jika ada kapal besar lewat...sayang saat saya disana tidak melihat pemandangan ini.
Di area Tower of London ini ada toilet tapi bayarnya lebih mahal yaitu 50 pence alias Rp 10 ribu per orang...karena dingin kami jadi ingin ke toilet melulu, jadinya kami 2 kali masuk kesini, saat tiba dan baliknya...jadi total biaya ke toilet kali ini = 2 orang x 2 x 50 pence = GBP 2 alias Rp 40 ribu.

Kensington Palace
Saya sempat ragu apa bisa keburu ke istana yang merupakan kediaman resmi Lady Diana dan saat ini kediaman resmi baby Prince George dan tentunya dengan mom and dad-nya dan beberapa om dan tantenya...
Kami berhasil mengunjungi istana ini namun tidak bisa masuk ke dalam istana karena sudah melewati jam masuk, jadi kami hanya foto diluarnya dan sempat makan di cafe nya.
Saya makan lemon pie...enak banget dan tentunya ditemani hot english tea.
Istana ini luas dikelilingi taman yang telah menjadi kediaman resmi keluarga kerajaan sejak abad 17, banyak penduduk yang bermain-main di taman ini bahkan bersama doggy nya...jadi taman istana bisa dinikmati warga secara gratis...
Di dekat istana juga ada danau kecil yang banyak bebek. Pemandangan bebek berenang menjadi sasaran bidikan kamera dan foto narsis kami.
Ada pemandangan lucu dimana ada 1 bebek yang demen banget berlama-lama nangkring di patung Ratu Victoria yang terletak diantara danau dan istana...lucu nih bebek karena nambah narsis saat banyak orang yang mau foto patung Ratu Victoria.
Kami keluar dari tempat ini jam 5 sore saat istana mau ditutup. Suasana langit sudah gelap walau baru jam 5 sorean...

Harrods
Mendengar nama tempat belanja ini awalnya saya merasa bakalan kagak bisa membeli apapun karena mahal... Ya di pertokaan 6 lantai ini memang banyak di penuhi barang berkelas namun ada di satu bagian yaitu di lantai 2 bagian Harrods Souvenir terdapat barang-barang yang harganya masih bisa terjangkau.
Sasaran saya tas dan dompet merek Harrods yang sedang promosi...dompet hanya GBP 10-15 dan tas GBP 20-29...lumayan lah buat kenang-kenangan.
Saya tidak sempat jalan-jalan ke semua lantai karena besar sekali.
Disini juga saya bertemu sepasang Paddington Bear di dalam Harrods dan juga di pintu yang dekat station underground... Saat ini memang sedang ada acara pemasangan patung Paddington Bear di beberapa lokasi. Paddington Bear adalah cerita anak terkenal yang sudah ada sejak lama, di tahun 1958 dan tokoh ini dibuat penulisnya, Michael Bond karena terinspirasi boneka beruang yang dia beli di Paddington Station. Ciri kas Paddington Bear selalu memakai topi tua dan tas koper.

Lengkaplah sudah itinerary perjalanan di UK selama 8 malam...besok perjalanan pulang ke Jakarta dan tentunya transit ke negara yang selalu bikin saya kangen yaitu Singapore.

Sebelum cerita ke hari berikutnya, saya mau jabarkan beberapa catatan
Underground
* Londoners jalannya cepat seperti Singaporean tapi karena kakinya panjang maka jalannya lebih cepat lagi, jadi kita perlu sedikit menyesuaikan biar tidak bolot-bolot amat.
* Station underground tidak semuanya ada eskalator, jadi harus siap naik turun tangga.
* Lantai station dan lantai kereta underground kebanyakan tidak sejajar dan beberapa malah renggang, jadi hati-hati saat melangkah keluar dan masuk kereta underground.
* Tidak di semua station ada fasilitas toilet.
* Di eskalator, beberapa orang mau sambil berjalan sambil eskalator berjalan. Jika kita tidak mau sambil berjalan seperti mereka, berdirilah di kanan.
* Underground terdiri dari banyak line dan masing-masing line memiliki lambang warnanya. Pegangan tangan di dalam kereta di cat sesuai warna line nya.
* Di satu line kereta bisa dilewati beberapa jenis line underground, jadi perhatikan jenis line underground-nya sebelum naik.
* Lambang halte bus dan station sama-sama lingkaran seperti roda berwarna merah dan ada papan persegi panjang biru di tengahnya. Bedanya kalau tanda station underground, tulisan di papan birunya adalah underground.

Makanan dan minuman
Satu hal lagi...mau tahu tidak apa yang makan disana.
Ini dia menu makan pagi yang kurang lebih sama...berhubung menginap di hotel Ibis baik di London maupun Edinburgh, jadinya menunya sama....croissant, roti, kentang, telur orak arik, jamur (ada ham juga sih tapi jarang kami makan), aneka buah yang sudah dipotong-potong (ada juga yang masih utuh), yogurt, aneka minuman panas dan dingin termasuk air jeruk lemon...sebenarnya mantap tapi 8 hari makan pagi seperti ini terus nyaris bosan tapi berhubung saya suka dengan makanan bule jadi yah masih tetep nafsu makannya he...he...
Makan siang dan malam bagaimana?.... Tentunya makanan bule, makanan asia ada tapi lebih mudah ditemui makanan bule... Fish &chip, burger, roasted chicken, kentang adalah makanan kami.
Untuk minuman, ada yang antik. Jika kita pesan English Breakfast Tea, pasti dikasih susu, kagak peduli pagi, siang atau malam...dipisah sih penyajiannya... jadi kalau orang jawa identik teh dikasih gula, ini orang UK sukanya teh dikasih susu.

Fashion
- Seperti di Australia, disini banyak produk fashion yang didesain di UK tapi pembuatan di China. 
- Londoners penggemar jas warna hitam...selama disana saya lebih banyak melihat warna ini daripada warna lainnya. 


Sabtu, 8 November 2014
Hari ini berangkat ke Heathrow beneran naik taxi termahal di dunia, GBP 100, mantep banget deh...tapi yah itu kalau naik underground tidak sanggup naik turun tangganya...kombinasi seperti berangkatnya, cape juga dan mikir akan perjalanan 12 jam di pesawat dan acara transit di Singapore...jadi yah sudah lah iklas bayar mahal he...he...
Note : hotel saya menginap di City Center yang memang jauh dari Heathrow, menginap di daerah agak ketengah seperti Westminster dan Kensington, bisa mengurangi biaya taksi, namun harga hotel sekelas hotel Ibis dimana saya menginap bisa lebih mahal, jadi ditimbang-timbang deh secara total lebih hemat bagaimana.

Tiba di bandara Heathrow Terminal 2, saya terpukau dengan sistem auto check in termasuk scan paspor dan visa, lalu mesin mengeluarkan boarding pass dan juga luggage tag. Jadi kita ke counter hanya untuk menaruh bagasi setelah memasang luggage tag.
Setelah itu kita melewati screening dan tidak ada lagi pemeriksaan oleh petugas imigrasi.
Gate di Heathrow terminal 2 ada dua kelompok, A dan B. Untuk gate B cukup jauh dan SQ ada di B.

Pesawat take off tepat waktu dan penerbangan diawali guncangan yang lumayan sampai kira-kira diatas negara Jerman, barulah cukup stabil...sepertinya awan sedang tebal jadi goncang ditambah kali ini naiknya bukan A380 tapi Boeing 777.

Kerjaan saya selama 12 jam penerbangan seperti saat berangkat makan dan makan, tidur, nonton film Princess and Frog dan dengerin lagunya Frozen dan AKB48 yang iramanya enak tapi kagak tahu deh artinya apa karena dalam bahasa Jepang.

Singapore
Kami mendarat di Changi jam 9.30 pagi.... Kemudian kami mengambil bagasi dan langsung ke Terminal 1 lantai 3 untuk menitip bagasi karena Jetstar tidak menerima bagasi terlalu awal, sepertinya sekitar 4-5 jam sebelum keberangkatan mereka baru bisa terima (kalau SQ di Changi Airport bisa terima 48 jam sebelum keberangkatan). Biaya titip tas S$ 14 an untuk 2 tas koper dan 2 tas kecil.

Selesai menitip tas, langsung naik MRT ke Marina Bay Sands.
Kami langsung melampiaskan makan kuah-kuahan...fish bihun.

Selesai makan kami ke New Creation Church, gerejanya Joseph Prince, ibadah jam 14.30.
Pujian dan khobahnya berupa rekaman...kalau mau life harus kebaktian pagi di Buona Vista yang saya pernah pergi bulan Mei lalu.
Yang saya dapatkan dari khobat kali ini adalah...ada 1 hal yang tidak dapat dilakukan bersamaan adalah Trust dan Worry.
Kita harus mempercayakan (Trust) segala kekuatiran kita pada Tuhan.
Beluau membahas atribut baju imam besar yang banyak melambangkan arti, diantaranya atribut di bagian dada berupa hiasan batu permata 12 macam yang melambangkan 12 suku Israel....batu tersebut akan kembali memantulkan sinar jika disinari dan syaratnya batunya juga harus bersih tidak kotor... Jadi begitu juga dengan kita, berkat dan kasih karunia Tuhan pasti menyinari kita dengan catatan kita harus dekat kepadanya, ibaratnya seperi batu permata yang bersih sehingga sinar dapat langsung menyinarinya, tanpa hambatan debu sehingga sinar itu begitu langsung dekat dengan batu permata yang disinari.

Kebaktian selesai hampir jam 5 sore, lalu kami langsung balik ke airport naik mrt downtown line dari bayfront ke bugis lalu ganti mrt arah airport.
Tiba di Changi Terminal 1, kami langsung mengambil titipan bagasi dan langsung ke counter check in-nya Jetstar.

Jetstar di Changi Airport sedang mencoba self printed boarding pas dan tag luggage seperti yang saya alami kemarin pagi di Heathrow, dan bahkan mereka mencoba self drop bagasi. Namun kata petugas belum semuanya bisa jadi counter-nya sepi (mungkin yang print out barcode-nya buram atau kertasnya terlipat yang tidak bisa...begitulah kalau pakai barcode...kalau yang di Heathrow tidak pakai barcode tapi input booking number)...beruntung saya punya bisa, jadi cepat deh proses yang saya lalui, jadi kami punya waktu foto-foto di social tree dan makan di tempat fovorit saya, Wang Cafe, kami makan kaya toast, telur, bakpao dan teh susu..

Penerbangan dari Singapore ke Jakata terasa singkat banget karena efek telah mengalami terbang belasan jam. Pesawat kami mendarat dengan lancar pada jam 21.35... Jakarta, I come home!

Thanks God for this holiday. Hopefully, You will bless us with another holidays to see your another great and spectacular creations around the world. Amen!


Oleh Kumala Sukasari Budiyanto